Sesungguhnya Tuhan memerintahkan kamu semua agar berkeadilan, berkebajikan dan berkepedulian terhadap sesama. Dan Dia membenci setiap kekejian, kemungkaran dan permusuhan!
Tampilkan postingan dengan label rajab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rajab. Tampilkan semua postingan

22 Juli 2009

HARAPAN DI PENGHUJUNG RAJAB

Hari-hari terakhir Rajab pun berlalu. Tinggal melewati satu bulan Sya’ban, Ramadhan pun akan segera tiba. Bagian terakhir dari doa Imam Ja’far Ash-Shādiq berikut ini, mudah-mudahan mewakili harapan kita dalam menutup Rajab menjelang Ramadhan.


Allāhumma innī as-aluka shabrasy-syākirīna laka
Ya Allāh, kuminta kesabaran orang-orang yang bersyukur kepada-Mu.

Wa’amalal-khā-ifīna mingka
Amal orang-orang yang takut kepada-Mu.

Wayaqīnal-‘ābidīna laka
Dan keyakinan orang-orang yang menghamba kepada-Mu.

Allāhumma antal-‘aliyyul-‘azhīm
Ya Allāh, Engkau Maha Luhur dan Maha Agung.

Wa anā ‘abdukal-bā-isul-faqīr
Adapun aku adalah hamba yang hina lagi sangat rapuh.

Wa antal-ghaniyyul-hamīd
Engkau Maha Kaya lagi Terpuji.

Wa anāl-‘abdudz-dzalīl
Sedangkan aku sahaya yang lemah.

Allāhummam-nun bighināka ‘alā faqrī
Ya Allāh berkatilah dengan kekayaan-Mu kefakiranku.

Wabihilmika ‘alā jahlī
Berkatilah dengan kelembutan kasih-Mu kebodohanku.

Wabiquwwatika ‘alā dha’fī
Dan berkatilah dengan kekuatan-Mu kelemahanku.

Yā qawiyyu yā ‘azīz
Wahai Yang Maha Perkasa, wahai Yang Maha Agung.

Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa-ālihil-awshiyā-il-mardhiyyīn
Ya Allāh, limpahkanlah salawat atas Nabi Muhammad beserta keluarganya yang diwasiatkan dan Kauridhai.

Wakfinī mā ahammanī min amrid-dunyā wal-ākhirah
Penuhilah semua kepentinganku dari urusan dunia maupun akhirat.

Yā arhamar-rāhimīn
Wahai Yang Paling Kasih di antara para penyayang.


Selesai sudah rangkaian doa mulia dan indah Imam Ja’far, seperti yang didiktekan oleh ayahku. Semoga memudahkan kita memandu diri dan menghayati hari-hari ke depan, terutama hari-hari Ramadhan yang segera kita jelang. Sukses!


Selengkapnya...

10 Juli 2009

40 Hari Jelang Ramadhan

Kelanjutan Doa Rajab Imam Ja’far Ash-Shādiq (w. 148H/756 M)

Malam senin, 12 Juli 2009, satu demi satu, hari-hari kesepuluh terakhir Rajab pun akan mulai berlalu. Persiapan menyambut Ramadhan pun kira-kira tinggal empat puluh hari lagi. “Siapa saja yang selalu menetapi keadaan ikhlash karena Allāh selama empatpuluh pagi, maka hikmah yang tersingkap pada hatinya akan mengalir melalui lisannya,” begitu sabda Rasul. (Duh, betapa baik dan berartinya seseorang yang hatinya dipenuhi kebenaran dan segenap anggota tubuhnya hanya mengejawantahkan kebenaran itu. Allāh jua yang kuharapkan untuk memberi ganjaran sebesar itu atas amal yang belum sehebat ikhlash selama empatpuluh pagi).




Khābal-wāfidūna ‘alā ghayrika

Menyesallah orang yang bertopang kepada selain-Mu.

Wakhasiral-muta’arridhūna laka

Merugilah orang yang mengadu selain kepada-Mu.

Wadhā’al-mulimmūna illā bika

Sia-sialah orang yang berendah-rendah, kecuali pada-Mu.

Wa ajdabal-muntaji’ūna illā manin-taja’a fadhlaka

Dan gilalah orang yang berharap, kecuali yang berharap kasih-Mu.

Bābuka maftūhul-lir-rāghibīn

Pintu-Mu selalu terbuka bagi siapa saja yang mengharapkannya.

Wakhayruka mabdzūlul-lith-thālibīn

Kebaikan-Mu selalu menyentuh siapa saja yang menginginkannya.

Wafadhluka mubāhul-lis-sā-ilīn

Kemurahan-Mu selalu tersedia bagi siapa saja yang memintanya.

Wanayluka mutāhul-lil-āmilīn

Anugerah-Mu selalu terlimpah bagi siapa saja yang mendambakannya.

Warizquka mabsūthul-liman ‘ashāka

Rizki-Mu selalu tercurah bahkan bagi orang yang bermaksiat kepada-Mu.

Wahilmuka mu’taridhul-liman nāwāka

Kelembutan kasih-Mu selalu menyelimuti bagi siapa saja yang kembali pada-Mu.

‘Ādatukal-ihsānu ilāl-musiy-īn

Kebiasaan-Mu adalah tetap berbuat baik kepada orang yang jahat.

Wasabīlukal-ibqā-u ‘alāl-mu’tadīn

Jalan-Mu adalah tidak memusnahkan orang yang melampaui batas.

Allāhumma fahdinī hudāl-muhtadīn

Ya Allāh, bimbinglah aku dengan bimbingan orang-orang yang terbimbing.

Warzuqnī ijtihādal-mujtahidīn

Karuniailah aku kesungguhan orang-orang yang bersungguh-sungguh.

Walā taj’alnī minal-ghāfilīnal-mub’idīn

Janganlah Kaujadikan aku termasuk orang yang lalai dan dijauhkan dari-Mu.

Waghfirlī yawmad-dīn

Dan ampunilah aku di hari pembalasan.

Selengkapnya...

02 Juli 2009

DOA RAJAB (2)

Berikut kelanjutan doa Rajab yang menurut ayahku bersumber dari Imam Ja’far Ash-Shādiq, putera Muhammad ibn ‘Alī ibn Husain cucu Rasūlullāh (w. 148H/756 M); agar memudahkan kita memandu diri dan menghayati hari-hari di bulan Rajab ini.





Yā mayyamliku hawā-ijas-sā-ilīn

Wahai yang memiliki setiap kebutuhan segenap orang yang meminta.

Waya’lamu dhamīrash-shāmitīn

Dan yang mengetahui isi hati seluruh orang yang membisu.

Likulli mas-alatimmingka sam’a hādhiriwwajawāba ‘atīdi

Setiap permintaan, Kau dengar langsung dan Kau jawab dengan kepastian.

Allāhumma wamawā’īdikash-shādiqah

Ya Allāh, demi kebenaran janji-Mu.

Wa ayādīkal-fādhilah

Dan demi kemuliaan tangan-Mu.

Warahmatikal-wāsi’ah

Serta demi keluasan kasih-Mu.

Fa-as-aluka an taqdhī hawā-ijī lid-dunyā wal-ākhirah

Maka aku memohon kepada-Mu agar terpenuhi segala kebutuhan bagi dunia maupun akhiratku.

Innaka ‘alā kulli syay-ing qadīr

Sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu Maha Kuasa.

Selengkapnya...

24 Juni 2009

DOA RAJAB (1)

Masih menurut cerita ayahku, dulu, pada bulan Rajab, guru-gurunya sehabis melakukan wirid seperti biasa setiap usai shalat maghrib, melanjutkannya dengan membaca doa khusus.

Aku sempat meminta ayahku mendiktekan doa tersebut, dan ketika kutanya doa siapa ini? Ia menjawab : “Doanya Imam Ja’far.” (Maksudnya Imam Ja’far putera Muhammad ibn ‘Alī ibn Husain cucu Rasūlullāh, yang dikenal sebagai Ash-Shādiq (w. 148H/756 M). Seorang Imam terkemuka. Mujtahid mutlak dalam hukum dan seorang ahli hadits yang terpercaya. Guru dari Imam Abū Hanīfah dan Imam Mālik. Wali Allāh dan panutan para penempuh jalan hakikat karena kehidupannya yang keras dan saleh. Sejumlah besar kata-kata hikmah dinisbahkan kepadanya).

Agar memudahkan kita memandu diri dan menghayati hari-hari di bulan Rajab ini, aku sampaikan doa tersebut, paragraf demi paragraf. Mudah-mudahan bermanfaat.


Wahai yang kuharapkan segala kebaikan-Nya, dan yang kuharapkan keamanan dari murka-Nya, pada setiap keburukan.

Wahai yang memberi ganjaran yang banyak untuk amalan yang sedikit.

Wahai yang memberi kepada setiap yang meminta.

Wahai yang memberi kepada siapapun yang tidak meminta dan kepada yang tidak mengenal-Nya, semata karena belas kasih dan rahmat-Nya.

Berilah aku, atas permohonanku yang hanya pada-Mu, segenap kebaikan dunia dan akhirat.

Jauhkanlah aku, demi permohonanku yang hanya pada-Mu, seluruh kejelekan dunia dan akhirat, karena sesungguhnya pemberian-Mu takkan pernah kurang.

Tambahilah aku karunia-Mu, wahai yang Maha Dermawan.

Selengkapnya...